Malaikat
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Malaikat (
bahasa Arab:
ملاءكة malāʾikah; tunggal: ملاك atau مَلَكْ
malāk) adalah makhluk yang memiliki kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah
Allah.
Etimologi Arab
Menurut bahasa, kata “Malaikat” merupakan kata jamak yang berasal dari
Arab malak (
ملك)
yang berarti kekuatan, yang berasal dari kata mashdar “al-alukah” yang
berarti risalah atau misi, kemudian sang pembawa misi biasanya disebut
dengan
ar-rasul.
Malaikat di dalam ajaran Islam
Malaikat diciptakan oleh Allah terbuat dari cahaya (nur), berdasarkan salah satu hadist
Muhammad, “Malaikat telah diciptakan dari
cahaya.”
[1]
Iman kepada malaikat adalah bagian dari
Rukun Iman.
Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat,
walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah
satu makhluk ciptaan
Allah.
Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah Allah dan selalu
taat kepada-Nya, mereka tidak pernah berdosa. Tak seorang pun
mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui
jumlahnya.
Walaupun manusia tidak dapat melihat malaikat tetapi jika Allah
berkehendak maka malaikat dapat dilihat oleh manusia, yang biasanya
terjadi pada para
nabi dan
rasul. Malaikat selalu menampakan diri dalam wujud laki-laki kepada para nabi dan rasul. Seperti terjadi kepada
Nabi Ibrahim.
Nama dan tugas para malaikat
Di antara para malaikat yang wajib setiap orang
Islam ketahui sebagai salah satu
Rukun Iman, berdasarkan
Al Qur'an,
hadits dan kitab-kitab. Nama (panggilan) beserta tugas-tugas mereka adalah sebagai berikut:
- Jibril - Pemimpin para malaikat, bertugas menyampaikan wahyu dan mengajarkannya kepada para nabi dan rasul.
- Mikail
- Pembagi rezeki kepada seluruh makhluk. Mengatur jalannya matahari,
bulan, dan bintang yang menyebabkan perputaran siang dan malam.
- Israfil - Peniup sangkakala pada hari kiamat dan hari kebangkitan (yaumul ba'ats).
- Munkar dan Nakir - Pemeriksa amal manusia di alam barzakh.
- Malaikat Maut - Para pencabut nyawa seluruh makhluk, dibagi menjadi 2 jenis[2] yaitu:
- Para pencabut nyawa makhluk jahat dengan keras,
- Para pencabut nyawa makhluk baik dengan lembut.
- Penjaga Surga - Penjaga pintu syurga. Melayani para ahli surga.
- Malik - Pemimpin Malaikat Zabaniah dan penjaga neraka.
- Zabaniah - 19 malaikat penyiksa dalam neraka yang bengis dan kasar.[3]
- Harut dan Marut - Dua Malaikat yang turun di negeri Babil.
- Malaikat disekitar Arsy
- Hamalat al 'Arsy - Empat malaikat pembawa 'Arsy Allah, pada hari kiamat jumlahnya akan ditambah empat menjadi delapan.[4]
- Malaikat Haffun - Para malaikat yang melingkari Arsy sambil bertasbih.[5]
- Darda'il - Malaikat yang mencari orang yang berdo'a, bertaubat, minta ampun dan lainnya pada bulan Ramadan.[6]
- Hafazhah (Para Penjaga)[7][8]
- Kiraman Katibin - Para malaikat pencatat yang mulia, ditugaskan mencatat amal manusia[9][10][11] sewaktu manusia itu hidup di dunia hingga di alam barzakh,[12][13] kemudian malaikat tersebut menjadi saksi di sidang hisab di padang Mahsyar.[14]
- Mu’aqqibat
- Para malaikat yang selalu memelihara (menjaga) manusia dari kematian
sampai waktu yang telah ditetapkan yang datang silih berganti.[15][16][17][18]
- Malaikat Qarin - Para malaikat pendamping manusia dari lahir hingga ajalnya, bertugas membisikkan hal-hal kebenaran dan kebaikan.[19]
- Malaikat Arham - Malaikat yang diperintahkan untuk meniupkan ruh, menetapkan rizki, ajal, amal dan celaka atau bahagia pada 4 bulan kehamilan.[20]
- Jundallah - Para malaikat perang yang bertugas membantu nabi dalam peperangan.[21][22][23]
- As-Sijilli - Malaikat yang memberitahukan kepada Harut dan Marut tentang makhluk yang pernah membuat kerusakan dan pertumpahan darah di bumi.[24]
- Azh-Zhil - Malaikat yang mendampingi Nabi Ibrahim ketika berada dikobaran api.[25]
- Ad-Dam'u - Malaikat yang selalu menangis jika melihat kesalahan manusia.[26]
- An-Nuqmah - Malaikat yang selalu berurusan dengan unsur api dan duduk di singgasana berupa nayala api, ia memiliki wajah kuning tembaga.[26]
- Ahlul Adli - Malaikat besar yang melebihi besarnya bumi beserta isinya dikatakan ia memiliki 70 ribu kepala.[26]
- Malaikat berbadan api dan salju - Malaikat yang setengah
badannya berupa api dan salju berukuran besar serta dikelilingi oleh
sepasukan malaikat yang tidak pernah berhenti berzikir.[26]
- Ar-Ra'd - Malaikat pengatur awan dan hujan, ia mengaturnya dengan menggunakan petir sebagai cambuk.[27][28][29][30][31]
- Penjaga matahari - Sembilan Malaikat yang menghujani matahari dengan salju.[32][33]
- Malaikat pengendali air - Malaikat yang ingin membantu Nabi Ibrahim ketika berada dikobaran api.[34]
- Malaikat pengendali angin - Malaikat yang ingin membantu Nabi Ibrahim ketika berada dikobaran api.[34]
- Malaikat Rahmat - Para penyebar keberkahan, rahmat, permohonan ampun dan pembawa roh orang-orang shaleh, ia datang bersama dengan Malaikat Maut dan Malaikat `Adzab.[35]
- Malaikat `Azab - Para pembawa roh orang-orang kafir, zalim, munafik, ia datang bersama dengan Malaikat Maut dan Malaikat Rahmat.[36]
- Malaikat penggiring - Para malaikat yang menggiring manusia di Mahsyar, malaikat itu bersama dengan malaikat penyaksi (Kiraman Katibin).[14]
- Malaikat pegunungan - Malaikat yang menjaga pegunungan.[37]
- Malaikat Bayt al-Makmur - 70 ribu malaikat yang setiap hari masuk ke Bayt al-Makmur.[38]
- Malaikat makmum - Para malaikat yang menjadi makmum ketika manusia salat.[39]
- Malaikat penyeru manusia dan jin
- Penyeru bulan Ramadan - Satu malaikat yang terus menerus
memanggil manusia beriman untuk bergembira dan manusia jahat untuk
menahan segala kejahatan ketika malam pertama bulan Ramadan hingga
fajar.[40][41]
- Penyeru dari pintu-pintu Surga - Para malaikat yang berseru kepada orang beriman untuk memasuki pintu-pintu tertentu tergantung dari amal ibadahnya.[42]
- Penyeru kebaikan dan laknat - Dua malaikat yang setiap hari berseru yang didengar oleh seluruh makhluk-Nya kecuali manusia dan jin.[43]
- Malaikat Laylat al-Qadr - Jibril dan serombongan malaikat yang turun setiap Laylat al-Qadr pada bulan Ramadan.[44][45][46]
- Pengunjung manusia yang sedang sakit - Empat malaikat yang mengunjungi manusia ketika sakit.[47]
- Penjaga Mekkah dan Madinah - Para malaikat yang menjaga Kota Mekkah dan Madinah dari kedatangan Dajjal.[48]
- Pencari orang yang berzikir - Para malaikat yang mencari orang-orang yang berzikir kepada Allah.[49]
- Pencari majelis ilmu- Para malaikat yang mencari majelis-majelis ilmu.[50]
- Penganjur berbekam - Malaikat yang menganjurkan berbekam ketika Muhammad sedang mi'raj ke Sidratul Muntaha.[51][52]
- Pengendali tali Neraka Jahannam - 70 ribu malaikat yang mengendalikan tali kekang Neraka Jahannam.[53]
- Pendoa manusia yang mendoakan saudaranya - Para malaikat yang berkata, "Aamiin
(Ya Allah, kabulkanlah do’anya bagi saudaranya) dan engkau pun
mendapatkan apa yang ia dapatkan", kepada orang yang mendoakan kebaikan
saudaranya tanpa sepengetahuan mereka.[54]
- Penyampai doa pujian - Dua belas malaikat yang berebutan untuk menyampaikan doa pujian salah seorang sahabat nabi kepada Allah.[55]
- Penyaksi wafatnya sahabat nabi - 70 ribu malaikat yang menyaksikan wafatnya Sa'ad bin Muadz.[56]
- Pelindung dan pemberi dukungan orang beriman - Para malaikat
yang pelindung orang-orang beriman ketika hidup didunia dan akherat,
ketika orang beriman dalam keadaan sekarat mereka akan memberikan
dukungan.[57]
- Pembeda haq dan bathil - Para malaikat yang ditugaskan untuk membedakan antara yang benar dan salah kepada manusia dan jin.[58]
- Penentram hati - Para malaikat yang mendoakan seorang mukmin untuk meneguhkan pendirian sang mukmin tersebut.[59]
- Penjaga pintu langit - Tujuh malaikat yang menjaga tujuh pintu langit. Mereka diciptakan oleh Allah sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.[60]
- Pemberi salam ahli surga - Para malaikat yang memberikan salam kepada para penghuni surga.[61]
- Pemohon kerahmatan (belas kasih)[62]
- Pemohon ampunan orang beriman - Para malaikat yang terdapat disekeliling 'Arsy yang memohonkan ampunan bagi kaum yang beriman.[63]
- Pemohon ampunan manusia di bumi - Para malaikat yang bertasbih memuji Allah dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi.[64]
- Pemohon ampunan para lelaki yang salat di masjid - Para malaikat yang mendoakan ampunan bagi para lelaki yang ikhlas salat berjamaah di masjid.[65][66][67][68]
- Pemohon ampunan pembesuk orang sakit - 70 ribu malaikat yang mengiringi dan mendoakan ampunan bagi umat muslim yang membesuk orang sakit.[69][70][71]
- Pemohon ampunan orang yang bershalawat kepada Nabi - Para malaikat yang mendoakan ampunan bagi orang-orang yang bershalawat kepada Nabi Muhammad.[72]
- Pemohon ampunan orang yang mengajarkan kebaikan - Para malaikat yang mendoakan ampunan bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada sesama manusia.[73]
- Pemohon ampunan orang tidur dalam keadaan suci - Para malaikat yang berada di dalam pakaian orang tidur dalam keadaan suci.[74]
- Penghormat penuntut ilmu - Para malaikat yang berhenti terbang karena ingin mendengarkan ilmu atau menghormati orang yang mencari ilmu pengetahuan.[75]
- Pengatur urusan dunia - Malaikat yang mengatur urusan manusia didunia.[76]
- Pendengar bacaan Qur'an
- Pendengar bacaan ketika manusia salat - Para malaikat yang mendengarkan dan menelan bacaan Qur'an ketika manusia salat.[77]
- Pendengar bacaan manusia - Malaikat yang mendengarkan bacaan Qu'ran manusia.[78][79]
- Pendo'a orang yang berinfaq dan orang kikir
- Para malaikat yang berdoa setiap pagi dan sore untuk orang yang
berinfaq dengan doa kebaikan dan penahan infaq dengan doa kehancuran.[80]
Nama Malaikat Maut dikatakan
Izrail, tidak ditemukan sumbernya baik dalam Al Quran maupun Hadits. Kemungkinan nama malaikat Izrail didapat dari sumber
Israiliyat. Dalam Al Qur'an dia hanya disebut
Malak al-Maut atau
Malaikat Maut.
Malaikat Jibril, walau namanya hanya disebut dua kali dalam
Al Qur'an, ia juga disebut di banyak tempat dalam
Al Qur'an dengan sebutan lain seperti
Ruh al-Qudus, Ruh al-Amin dan lainnya.
Dari nama-nama malaikat di atas ada beberapa yang disebut namanya
secara spesifik di dalam Al Qur'an, yaitu Jibril (Al Baqarah 2:97,98 dan
At Tahrim 66:4), Mikail (Al Baqarah 2:98) dan Malik (Al-Hujurat) dan
lain-lain. Sedangkan Israfil, Munkar dan Nakir disebut dalam
Hadits.
Wujud malaikat
Wujud para malaikat telah dijabarkan di dalam
Al Qur'an ada yang memiliki sayap sebanyak 2, 3 dan 4. surah Faathir 35:1 yang berbunyi:
Segala puji bagi Allah
Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan
(untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap,
masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada
ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas
segala sesuatu."
Kemudian dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Jibril memiliki 600
sayap, Israfil memiliki 1200 sayap, di mana satu sayapnya menyamai 600
sayap Jibril dan yang terakhir dikatakan bahwa Hamalat al-'Arsy memiliki
2400 sayap di mana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil.
Wujud malaikat mustahil dapat dilihat dengan mata telanjang, karena
mata manusia tercipta dari unsur dasar tanah liat kering dari lumpur
hitam yang diberi bentuk
[81] tidak akan mampu melihat wujud dari malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya, hanya Nabi Muhammad

yang mampu melihat wujud asli malaikat bahkan sampai dua kali.
[82]
Mereka tidak bertambah tua ataupun bertambah muda, keadaan mereka
sekarang sama persis ketika mereka diciptakan. Dalam ajaran Islam,
ibadah manusia dan jin lebih disukai oleh Allah dibandingkan ibadah para
malaikat, karena manusia dan jin bisa menentukan pilihannya sendiri
berbeda dengan malaikat yang tidak memiliki pilihan lain. Malaikat
mengemban tugas-tugas tertentu dalam mengelola alam semesta. Mereka
dapat melintasi
alam semesta secepat
kilat atau bahkan lebih cepat lagi. Mereka tidak berjenis lelaki atau perempuan dan tidak berkeluarga.
Sifat malaikat
Sifat-sifat malaikat yang diyakini oleh umat Islam adalah sebagai berikut:
- Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti.[83]
- Suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, lapar, sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, dan lainnya.
- Selalu takut dan taat kepada Allah.[84][85]
- Tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkan-Nya.[86]
- Mempunyai sifat malu.[87]
- Bisa terganggu dengan bau tidak sedap, anjing dan patung.[88]
- Tidak makan dan minum.[89]
- Mampu mengubah wujudnya.[90]
- Memiliki kekuatan[91][92] dan kecepatan cahaya.[93]
Malaikat tidak pernah lelah dalam melaksanakan apa-apa yang
diperintahkan kepada mereka. Sebagai makhluk ghaib, wujud Malaikat tidak
dapat dilihat, didengar, diraba, dicium dan dirasakan oleh
manusia, dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh
panca indera,
kecuali jika malaikat menampakkan diri dalam rupa tertentu, seperti
rupa manusia. Ada pengecualian terhadap kisah Muhammad yang pernah
bertemu dengan Jibril dengan menampakkan wujud aslinya, penampakkan yang
ditunjukkan kepada Muhammad ini sebanyak 2 kali, yaitu pada saat
menerima
wahyu dan
Isra dan Mi'raj.
Beberapa
nabi dan
rasul telah di tampakkan wujud malaikat yang berubah menjadi manusia, seperti dalam kisah
Ibrahim,
Luth,
Maryam,
Muhammad dan lainnya.
Berbeda dengan ajaran
Kristen dan
Yahudi, Islam tidak mengenal istilah "
Malaikat Yang Terjatuh" (Fallen Angel).
Azazil yang kemudian mendapatkan julukan
Iblis, adalah nenek moyang
Jin, seperti
Adam nenek moyang
Manusia. Jin adalah makhluk yang dicipta oleh Allah dari '
api yang tidak berasap', sedang malaikat dicipta dari
cahaya.
Tempat yang tidak disukai malaikat
Menurut
syariat Islam
ada beberapa tempat di mana para malaikat tidak akan mendatangi tempat
(rumah) tersebut dan ada pendapat lain yang mengatakan adanya
pengecualian terhadap malaikat-malaikat tertentu yang tetap akan
mengunjungi tempat-tempat tersebut. Pendapat ini telah disampaikan oleh
Ibnu Wadhoh, Imam
Al-Khothobi, dan yang lainnya. Tempat atau rumah yang tidak dimasuki oleh malaikat itu di antara lain adalah:
- Tempat yang di dalamnya terdapat anjing, (kecuali anjing untuk kepentingan penjagaan keamanan, pertanian dan berburu);[94][95]
- Tempat yang terdapat patung (gambar);[96]
- Tempat yang di dalamnya ada seseorang muslim yang mengacungkan dengan senjata terhadap saudaranya sesama muslim;[97]
- Tempat yang memiliki bau tidak sedap atau menyengat.[98]
Kesemuanya itu berdasarkan dalil dari
hadits shahih yang dicatat oleh para Imam, di antaranya adalah
Ahmad,
Bukhari,
Tirmidzy,
Muslim,
dan lainnya. Tidak sedikit nash hadits yang menyatakan bahwa malaikat
rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan
pahala pemilik anjing akan susut atau berkurang.
Malaikat
Jibril
pun enggan untuk masuk ke rumah Muhammad sewaktu ia berjanji ingin
datang ke rumahnya, dikarenakan ada seekor anak anjing di bawah tempat
tidur.
[99] Malaikat Rahmat pun tidak akan mendampingi suatu kaum yang terdiri atas orang-orang yang berteman dengan (memelihara) anjing.
[100]
Malaikat di dalam ajaran Kristen
Malaikat adalah makhluk roh yang diciptakan oleh Tuhan yang
ditugaskan Tuhan untuk beberapa tujuan khusus sesuai dengan rencana-Nya,
baik untuk melayani Tuhan maupun untuk menolong orang-orang beriman
(Kolose 1:16, Ibr 1:14).
Etimologi Ibrani
Kata "malak" atau
malaikat berasal dari
bahasa Ibrani מלאך,
mal'akh, yang juga berarti "utusan". Kata ini di dalam
TB diterjemahkan menjadi: Malaikat, malaikat, utusan, suruhan, orang-orang suruhan, bentara, pesuruh, dan raja.
Malaikat dalam Tanakh
Istilah "malaikat" dalam Alkitab, מלאך ('malakh"), mendapatkan
artinya hanya ketika disebutkan bersama-sama dengan pengutusnya, yaitu
YHWH sendiri, seperti misalnya dalam "malaikat YHWH," atau "malaikat
Elohim" (Zakharia 12:8). Sebutan lainnya yang juga digunakan adalah
"anak-anak Elohim", (
Kejadian 6:4;
Ayub 1:6).
Malaikat disebut sebagai "penjaga" (
Daniel 4:13). Mereka disebut sebagai "tentara langit" (
Kitab Ulangan 17:3) atau bala tentara "Elohim" (
Yosua 5:14). "Bala tentara," צבאות
Zebaot dalam gelar
Yahuwah Zebaot,
Elohim dari bala tentara surgawi, mungkin dihubungkan dengan para
malaikat. "Bala tentara" ini dihubungkan pula dengan bintang-bintang,
karena bintang-bintang dianggap terkait erat dengan para malaikat.
Namun, YHWH membedakan diri-Nya dari para malaikat, dan karena itu
orang-orang Ibrani dilarang Musa menyembah "bala tentara surga".
Sebelum munculnya
monoteisme di
Israel, gagasan tentang malaikat ditemukan dalam
Mal'akh Yahuwah, malaikat YHWH, atau
Mal'akh Elohim.
Mal'akh Yahweh adalah penampakan atau perwujudan Yahuwah dalam bentuk manusia. Istilah
Mal'akh Yahuwah digunakan secara berganti-ganti dengan Yahuwah (bandingkan
Keluaran 3:2, dengan 3:4; 13:21 dengan 14:19). Mereka yang melihat
Mal'akh Yahuwah mengatakan bahwa mereka telah melihat Elohim (Kejadian 32:30;
Hakim-hakim 13:22).
Mal'akh Yahuwah (atau
Elohim) menampakkan diri kepada
Abraham,
Hagar,
Musa,
Gideon, &c., dan memimpin bangsa Israel dalam
tiang awan (Keluaran 3:2). Penyamaan
Mal'akh Yahuwah dengan
Logos, atau
Pribadi kedua dari
Tritunggal,
tidak ditunjukkan melalui acuan kepada kitab suci Ibrani, tetapi
gagasan tentang pengidentifikasian Yang Ada dengan Elohim, namun yang
dalam pengertian tertentu berbeda daripada-Nya, menggambarkan
kecenderungan pemikiran keagamaan Yahudi untuk membedakan
pribadi-pribadi di dalam keesaan Elohim. Orang Kristen berpendapat bahwa
hal ini merupakan gambaran pendahuluan dari doktrin tentang Tritunggal,
sementara orang Yahudi Kabalis mengatakan bahwa hal ini kemudian
berkembang menjadi pemikiran teologis dan gambaran
Kabbalah.
Setelah doktrin monoteisme dinyatakan secara resmi, dalam periode
segera sebelum dan pada masa Pembuangan (Ulangan 6:4-5 dan Yesaya
43:10), kita menemukan banyak gambaran tentang malaikat dalam Kitab
Yehezkiel.
Nabi Yehezkiel, sebagai nabi di Pembuangan, mungkin dipengaruhi oleh hierarkhi makhluk adikodrati di dalam
agama Babel, dan mungkin oleh angelologi
Zoroastrianisme.
(Namun tidak jelas bahwa doktrin Zoroastrianisme ini sudah berkembang
demikian awal). Yehezkiel 9 memberikan gambaran yang terinci mengenai
kerub (suatu jenis malaikat). Dalam salah satu penglihatannya Yehezkiel
melihat 7 malaikat melaksanakan penghakiman Elohim atas Yerusalem.
Seperti dalam Kejadian, mereka digambarkan sebagai "manusia";
mal'akh, karena "malaikat", tidak muncul dalam Kitab Yehezkiel. Belakangan, dalam penglihatan
Zakharia, malaikat memainkan peranan penting. Mereka disebut kadang-kadang sebagai "manusia", kadang-kadang sebagai
mal'akh, dan
Mal'akh Yahuwah tampaknya menduduki tempat utama di antara mereka (Zakharia 1:11).
Dalam masa pasca-Alkitab, bala tentara surgawi menjadi semakin
terorganisasi (barangkali bahkan sejak Zakharia [3:9, 4:10]; dan yang
pasti dalam
Daniel). Malaikat pun menjadi beragam, sebagian malah juga mempunyai nama.
Malaikat jatuh
Pada mulanya semua malaikat diciptakan dalam kondisi baik,
kudus
dan tanpa cela (Yeh. 28:15). Namun ada sebagian malaikat yang telah
jatuh yaitu memilih untuk memberontak terhadap Elohim. Malaikat yang
jatuh ini disebut sebagai
setan, dan kemungkinan di antaranya adalah
Kerub (Yeh. 28:14).